Kamis, 04 Januari 2018

Mencegah Kasus Kekerasan Pada Anak di Perlukan Kerja Sama Dari Semua Pihak





Maraknya kasus kekerasan terhadap Hilarius Christian Event Raharjo , siswa SMA Budi Mulia Kota Bogor yang berakhir dengan kematian sangat membuat resah terutama para orang tua. Banyak kasus serupa terjadi di Indonesia, Ini harusnya menjadi perhatian penting bagi pihak sekolah dan para orang tua bagaimana agar kasus serupa tidak terjadi lagi. 

Di setiap jenjang pendidikan pasti sudah di ajarkan bagaimana sikap saling menghargai satu sama lain entah itu dari ilmu agama, ilmu Pancasila, ataupun ilmu social lainnya. Jika kita mengamalkan semua ilmu tersebut maka kemungkinan besar kasus seperti kekerasan yang terjadi pada  kasus gladiator yang menimpa Hilarius Christian Event Raharjo di kota bogor tidak akan terjadi. 

Ini harus menjadi perhatian bagi pihak sekolah, jika memang mengadakan pertandingan antar sekolah awasi dan mungkin di butuhkan adanya structural kepanitiaan yg resmi agar bisa di pertanggung jawabkan. Jadikan pertandingan antar sekolah tersebut menjadi media untuk saling bersilaturahim, mempererat tali persaudaraan dan persahabatan antar sekolah. 

Menyikapi kasus ini pihak sekolah bisa membuat kegiatan tambahan yang positif, seperti extrakulikuler dan seminar yang menjunjung tinggi persaudaraan atau dengan lebih mengawasi jalannya setiap kegiatan dan pertandingan yang di adakan di sekolah.

Selain itu kasus gladiator yang menimpa Hilarius Christian Event Raharjo  ini juga selain menjadi perhatian bagi pihak sekolah tapi harus menjadi perhatian juga bagi para orang tua yang mempunyai peran besar dan kuat bagi anak-anak, dengan memahami karakter anak, mendengar keluh kesahnya, meluangkan banyak waktu bersama anak, mengetahui setiap  aktivitasnya baik di dalam atau luar rumah ,  dan selalu memberi perhatian lebih kepadanya Pengawasan ketat harus di lakukan oleh semua pihak baik para orang tua, pihak sekolah, dan apparat penegak hukum harus bekerja sama dalam hal ini untuk mencegah kekerasan yang terjadi dikalangan anak muda terutama para pelajar

Terjadinya kasus gladiator yang menimpa Hilarius Christian Event Raharjo menjadi contoh dari kasus yang sama yang terjadi di berbagai daerah, Aparat penegak hukum harus bertindak tegas menyikapi fenomena tersebut jika kasus ini tidak mendapat penanganan yang khusus dan tegas maka perkelahian antar pelajar akan dianggap sudah biasa dan akan berdampak sangat bahaya terutama bagi anak-anak muda generasi bangsa Indonesia. 


Divya Diyanazliyah

Mahasiswa UIN SGD Bandung

Rendahnya Minat Baca dan Analisis





Sangat disayangkan akhir-akhir ini plagiarisme muncul di tengah-tengah masyarakat terpelajar terutama di setiap perguruan tinggi. Seharusnya menjadi keharusan bagi kita untuk mengakui,mengapresiasi dan menghargai setiap karya orang lain.

Rendahnya minat baca dan analisis adalah salah satu penyebab plagiarisme di kalangan dosen dan mahasiswa serta kurangnya kreatifitas yang dimiliki juga memicu terjadinya plagiarisme. hal yang harus di perhatikan oleh para penulis adalah bagaimana menanamkan sifat kejujuran intelektual yang akan meningkatkan nilai atau value karya tulis itu sendiri.

Seperti kasus rektor UNJ yang melindungi pelaku plagiarisme itu merupakan pelanggaran berat yang merusak nilai perguruan tinggi secara umum. Harusnya para akademisi bisa memberikan contoh baik khususnya di dilingkungan akademik.


Divya Diyanazliyah

Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Harapan Baru Warga Jakarta





Setelah di resmikannya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, ini akan menjadi harapan baru bagi warga Jakarta, harapan penyelesaian masalah-masalah di ibu kota yang tergolong lebih rumit dari daerah lain di Indonesia, masyarakat tentunya berharap resminya anies dan Sandi akan membawa Jakarta menjadi lebih baik dari sebelumnya, baik dari masalah kemacetan dan kasus-kasus lain di  ibu kota.

Banyak harapan yang di berikan masyarakat pada gubernur baru agar menjadikan Jakarta lebih maju bukan hanya menanggulangi banjir, atau kemacetan dan masalah sampah, di harapkan anies dan sandi menjadi gubernur bagi semua  warga Jakarta baik yang memilihnya ataupun tidak dan merangkul semua elemen dan tidak terikat oleh kepentingan politik saat pilkada yang lalu. 

Semoga Anies dan Sandi bisa Totalitas dalam bekerja dengan banyak melahirkan hal-hal positif khususnya bagi warga Jakarta. Masyarakat berharap Anies dan Sandi bisa menjadi pemimpin yang loyal terhadap rakyatnya dan juga menjadi pemimpin yang jujur, yang memahami setiap keragaman warganya dan memiliki kedekatan emosional dengan warganya, menjadi pemimpin yang mempunyai integritas tegas dan berani. 

Harapan yang paling utama adalah menjadikan warga Jakarta lebih sejahtera terutama bisa meredam masalah Kemacetan, Banjir dan sampah yang selama ini menjadi inti permasalahan di DKI Jakarta.


Divya Diyanazliyah 

Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Harapan Akhir Dari Program KTP-E





Tujuan E-KTP adalah mencegah terjadinya duplikasi dan menertibkan administrasi masyarakat Indonesia menjadi berbasis elektronik, E-KTP di terbitkan 1 oktober 2011 dan menghabiskan biaya sebesar RP 5,8 Triliun ini malah menuai banyak kontroversi dan banyak masalah entah dari masalah Korupsi, Sistem yang belum siap, dan maraknya pungutan liar di daerah-daerah.

Miris memang mendengar hal ini terjadi, lagi-lagi korupsi hadir pada setiap kasus termasuk dalam hal pembuatan E-KTP ini, bagaimana seharusnya pemerintah lebih serius dan berhati-hati dalam pengerjaan program E-KTP ini agar menghasilkan hasil yang maximal sesuai yang telah menjadi tujuan utama.

Terjadinya korupsi merupakan pelanggaran berat yang biasa terjadi di Indonesia, kasus E-KTP sendiri diduga menggelapkan hingga lebih dari Rp, 1 Triliun. Hal ini sangat mengerikan harusnya program pemerintah adalah untuk mensejahtrakan rakyat tapi dengan hasil seperti ini membuat program E-KTP di nilai jauh dari kata berhasil.

Karut-Marut nya program E-KTP juga di nilai dari tidak siapnya  system dan alat, proses distribusi alat yang tidak merata menyebabkan program E-KTP tidak berjalan lancar dimana pendistribusian tidak sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Pungutan liarpun turut mewarnai program E-KTP dimana para masyarakat di pungut biaya yang seharusnya tidak ada, padahal mentri dalam negri sendiri telah mengedarkan surat edaran bahwa dalam pembuatan E-KTP tidak boleh ada pemungutan biaya apapun

Tapi begitulah yang terjadi karna hausnya akan uang maka oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan pemungutan liar terhadap masyarakat yang mengikuti program E-KTP, meskipun pada akhirnya pemungutan liar ini di ketahui oleh pihak mentri dalam negri.

Seharusnya baik pihak pemerintah ataupun KPK dapat menindak tegas para oknum-oknum yang melakukan baik korupsi maupun pungutan liar, karna ini berkenaan dengan kesejahtraan dan hak bagi setiap warga, dan juga pihak atau panitia yang bertugas dalam program E-KTP bisa mempersiapkan segalanya dengan matang sesuai perencanaan sebelumnya baik dari system ataupun penyediaan alat2 untuk mendukung terealisasikannya program E-KTP secara Maximal

Diharapkan kedepannya program E-KTP dapat berjalan dan terealisasikan dengan lancar sesuai prosedur yang telah terncana, karna program E-KTP sendiri memiliki fungsi untuk merapikan administrasi pemerintah dan sangat membantu bagi semua pihak baik bagi masyarakat juga membantu pihak pemerintah agar hasil dari Program E-KTP sendiri terasa manfaatnya bagi semua pihak terutama masyarakat.


Divya Diyanazliyah

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Perbaiki Diri Untuk Capaian Yang Lebih Baik






Banyak pencapaian yang telah di raih di tahun 2017 ini, impian, cita-cita, harapan, keinginan. Tapi hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa dalam kehidupan saya ada juga banyak hal yang saya mau, saya inginkan dan saya harapkan tidak terwujud, entah dari factor kemalasan diri, situasi dan mungkin kondisi yang tidak memungkinkan dan tidak mendukung untuk merealisasikan pengharapan tersebut, sehingga bisa dikatakn pencapaian harapan di tahun 2017 belum sempurna, tentulah dengan cara memperbaiki diri, mengevaluasi diri dan menegetahui, serta mengidentifikasi apa kesalahan dan kekurangan yang menyebabkan pencapaian dan harapan tidak terwujud dengan maximal. 

Memperbaiki diri tidak cukup untuk memaximalkan apa yang kita harapkan di tahun depan, kita juga harus senantiasa berdoa kepada tuhan yang mengatur segala urusan, memperbaiki diri dengan melakukan banyak kegiatan yang baik serta melakukan banyak hal-hal positive. Perbaiki diri tentu tidak bisa dengan waktu yang hanya sebentar, tapi disinilah di butuhkan komitmen yang terus menerus untuk memperbaiki diri, memperbaiki diri juga bukan hal yang mudah, butuh proses dan keseriusan juga kegigihan dan komitmen yang kuat untu menempuh prosesnya. 

Harapan memmperbaiki diri ini tentunya agar saya dapat mencapai pencapaian saya di tahun depan agar lebih baik, agar semua harapan, keinginan, dan cita-cita saya bisa terealisasikan secara maximal tanpa ada yang gagal ataupun tertunda, banyak harapan dan keinginan di tahun 2018 nanti dan saya harus bejuang mewujudkan semua harapan dan keinginan saya, dengan selalu bekerja keras, berusaha, tidak pantang menyerah, selalu berdoa dan tentunya selau memperbaiki dan mengevaluasi diri agar pencapaian di dapat secara maximal dan tidak ada yang mengecewakan. 

Langkah pertama yang saya lakukan adalah dengan menulis wish list untuk tahun 2018 dan mulai melakukan apa yang menurut saya bisa di lakukan saat ini, melakukan hal-hal kecil yang bermanfaat dan membantu untuk pencapaian kita di tahun 2018 nanti, 


Divya Diyanazliyah

Mahasiswa UIN SGD Bandung

Bersikap Ramah dan Santun





Keluarga adalah pondasi utama bagi semua orang, yang mengajarkan nilai-nilai baik terutama di dalam lingkungan keluarga itu sendiri, orang tua saya sedari kecil hingga dewasa yang selalu menanamkan nilai-nilai ramah dan santun. 

Karna ke dua sikap inilah yang akan menjunjung tinggi nilai-nilai baik keluarga, orang tua saya selalu mengajarkan bagaimana kita harus selalu ramah dan santun kepada setiap orang baik itu lebih muda, lebih tua, ataupun sebaya, karna kedua sikap ini yang sangat diutamakan dalam kehidupan di masyarakat, 

Dimana orang akan melihat perilaku kita saat pertama kali kita memberi kesan terhadap mereka, jika kesan pertama yang kita beri kepada orang lain buruk maka nilai-nilai baik di dalam sebuah keluarga sudah tidak terjaga, sebaliknya jika kita memberi kesan yang yang baik maka sikap kita akan terkesan positif di hadapan orang lain, dan tentunya kita telah menjaga nilai-nilai baik dalam keluarga. dan sejatinya setiap anggota keluarga berkewajiban menjaga nilai-nilai baik keluarga, bukan hanya di lingkungan keluarga tapi juga di lingkungan masyarakat. Menjaga nilai-nilai baik keluarga adalah perilaku yang positif yang harus dimiliki setiap orang, karna perilaku ini bukan hanya kewajiban setiap orang tapi juga tuntutan karna kita merupakan mahluk social yang selalu bermasyarakat.

Divya Diyanazliyah

Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam UIN SGD Bandung

Kebijakan Baru Menuai Ancaman Perdamaian Israel Palestina





Sebenarnya banyak sekali yang harus diperbaharui di tahun 2018 nanti, bukan hanya memperbaiki niat dan kinerja dalam mencapai tujuan, karna untuk sukses menggapai tujuan sangatlah tidak mudah, banyak liku yang harus di hadapi, ujian dan semua itu harus di jadikan motivasi agar kita bisa mencapai tujuan dan cita-cita dengan maximal seperti apa yang kita inginkan, perbaiki niat juga memperbaiki kinerja untuk menggapai tujuan sangatlah penting, karna dengan kita memperbaharui niat kita, kita akan terus termotivasi untuk menyukseskan, menggapai apa tujuan kita, harapan kita, keinginan kita, dan wish list yang belum tercapai di tahun 2017 ini, 

Memperbaiki kinerja untuk mencapai tujuan pun sangat perlu, melakukan perncanaan ulang, menegevaluasi segala kekurangan dan kesalahan yang menyebabkan gagalnya harapan, tujuan, dan keinginan kita di tahun 2017 ini, kita harus memperbaharui segala hal, sperti halnya kita harus lebih bisa memilah dan memilih mana yang lebih positif dan bermakna lebih mengedepankan skala prioritas, lebih bisa memanfaatkan setiap kesempatan yang datang, memanfaatkan setiap detik dari waktu, jangan sampai ada penyesalan yg membuat kita malah terjatuh dan terpuruk, 

Dengan demikian semua yang dilakukan tidak akan sia-sia, dan akan lebih terncana untuk mencapai dan menggapai tujuan, belajar dari setiap kesalahan juga adalah hal yang harus diperhatikan, karna jangan sampai kesalahan yang kita lakukan di tahun 2017 ini terulang di tahun 2018 nanti yang akan menyebabkan kegagalan terulang lagi. 

Semua niat harus diperbaiki dengan sangat serius dan bersungguh-sungguh, begitu juga perencanaan harus benar-benar di rencanakan dengan seserius dan sematang mungkin, agar apa yang kita harapkan dan yang menjadi tujuan kita akan mudah kita gapai meskipun tidak menutup kemungkinan akan banyak rintangan yang akan kita hadapi di tahun 2018 nanti, 

Kinerja yang konsisten di lakukan akan sangat membantu terwujudnya harapan, cita-cita dan keinginan kita nanti, karna apabila kita tidak konsisten dengan apa yang telah kita rencanakan sebelumnya maka pencapaian di akhir pun tidak akan maximal


Divya Diyanazliyah

Mahasiswa UIN SGD Bandung

Perbaiki Niat dan Kinerja Untuk Menggapai Tujuan





Sebenarnya banyak sekali yang harus diperbaharui di tahun 2018 nanti, bukan hanya memperbaiki niat dan kinerja dalam mencapai tujuan, karna untuk sukses menggapai tujuan sangatlah tidak mudah, banyak liku yang harus di hadapi, ujian dan semua itu harus di jadikan motivasi agar kita bisa mencapai tujuan dan cita-cita dengan maximal seperti apa yang kita inginkan, perbaiki niat juga memperbaiki kinerja untuk menggapai tujuan sangatlah penting, karna dengan kita memperbaharui niat kita, kita akan terus termotivasi untuk menyukseskan, menggapai apa tujuan kita, harapan kita, keinginan kita, dan wish list yang belum tercapai di tahun 2017 ini, 

Memperbaiki kinerja untuk mencapai tujuan pun sangat perlu, melakukan perncanaan ulang, menegevaluasi segala kekurangan dan kesalahan yang menyebabkan gagalnya harapan, tujuan, dan keinginan kita di tahun 2017 ini, kita harus memperbaharui segala hal, sperti halnya kita harus lebih bisa memilah dan memilih mana yang lebih positif dan bermakna lebih mengedepankan skala prioritas, lebih bisa memanfaatkan setiap kesempatan yang datang, memanfaatkan setiap detik dari waktu, jangan sampai ada penyesalan yg membuat kita malah terjatuh dan terpuruk, 

Dengan demikian semua yang dilakukan tidak akan sia-sia, dan akan lebih terncana untuk mencapai dan menggapai tujuan, belajar dari setiap kesalahan juga adalah hal yang harus diperhatikan, karna jangan sampai kesalahan yang kita lakukan di tahun 2017 ini terulang di tahun 2018 nanti yang akan menyebabkan kegagalan terulang lagi. 

Semua niat harus diperbaiki dengan sangat serius dan bersungguh-sungguh, begitu juga perencanaan harus benar-benar di rencanakan dengan seserius dan sematang mungkin, agar apa yang kita harapkan dan yang menjadi tujuan kita akan mudah kita gapai meskipun tidak menutup kemungkinan akan banyak rintangan yang akan kita hadapi di tahun 2018 nanti, 

Kinerja yang konsisten di lakukan akan sangat membantu terwujudnya harapan, cita-cita dan keinginan kita nanti, karna apabila kita tidak konsisten dengan apa yang telah kita rencanakan sebelumnya maka pencapaian di akhir pun tidak akan maximal


Divya Diyanazliyah

Mahasiswa UIN SGD Bandung

Cara Terbaik Adalah dengan Vaksin






Difteri adalah sebuah penyakit menular yang disebabkan  oleh bakteri Corynebacterium yang mengancam semua kalangan manusia bukan hanya kalangan anak kecil dan balita tapi juga remaja,bahkan dewasa dan lanjut usia. Difteri disebabkan oleh bakteri yang menyebarkan penyakit melalui partikel-partikel udara, 

Penyebab lainnya adalah kontak langsung dengan benda-benda pribadi yang telah terkontaminasi oleh bakteri Corynebacterium dan cara terbaik mencegah penyakit difteri ini adalah dengan vaksin, vaksin difteri biasanya diberikan lewat imunisasi DPT (Difteri, Tetanus, Pertusis), sebanyak lima kali semenjak bayi berusia 2 bulan. Untuk anak usia di atas 7 tahun diberikan vaksinasi Td atau Tdap. Vaksin Td/Tdap akan melindungi terhadap tetanus, difteri, dan pertusis harus diulang setiap 10 tahun sekali. Ini juga termasuk untuk orang dewasa. 

Karna penyakit ini menyebar dengan sangat mudah apa salahnya jika vaksin di berikan lebih sering dari pada waktu biasa yang telah di tentukan, karena mengingat penyakit difteri sangat mudah menyebar dan meluas di masyarakat, difteri harus sesegera dan secepat mungkin di hentikan entah mulai dari pemerintah kesehatan yang akan meningkatkan penyediaan vaksin, atau juga pencegahan yang extra dari para orang tua yang harus menjaga kebersihan rumah, kehigienisan alat-alat rumah tangga, peralatan balita, alat memasak dan terutama selalu menjaga kebersihan lingkungan. Difteri bisa menyerang kapan saja dan dimana saja, maka dari itu sejatinya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah terkontaminasinya lingkungan dan barang-barang di sekitar kita dari penyakit bakteri itu semua merupakan kewajiban semua anggota keluarga dan masyarakat, 

Bukan hanya vaksin yang di butuhkan tapi pencegahan lah yang harus benar-benar di lakukan agar lingkungan dan masyarakat tersebut tidak terkontaminasi oleh difteri. Dengan cara menjaga system imun di tubuh kita agar lebih kuat terhadap bakteri dan penyakit yang datang dan lebih sering membersihkan barang-barang pribadi, gotong  royong membersihkan lingkungan setempat dengan masyarakat, tidak menggunakan barang yang sama dengan orang lain karna bisa jadi mereka telah terkontaminasi dan inilah yang memicu mudahnya penyebaran  penyakit difteri. 

Pihak pemerintah kesehatanpun seyogyanya tidak luput harus ikut andil menangani pencegahan difteri dengan mengadakan imunisasi tiap bulan yang di khususkan untuk pemeriksaan khusus difteri dan pemberian vaksin kepada semua kalangan masyarakat.


Divya Diyanazliyah

Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung


Rabu, 03 Januari 2018

Siapakah Yang Kau Tunggu? Bukankah Aku Sudah Disini (Cerpen)




Oleh : Divya Diyanazliyah

Cerita ini ku persembahkan untuk adik laki-laki ku sebagai inspirasi utama terciptanya karya Tugas ini :D 
About Romance, Family dan hanya ingin menjelaskan bahwa Cinta bukan  hanya di peruntukan bagi  lawan jenis saja, Happy Read :)

Cinta ? percayakah kau dengan hal semacam itu ? aku fikir tidak.

Cahaya senja sore saat itu menambah kekesalan dalam hidupku, ketika aku harus menerima keputusan ayahku dan pergi ke pesantren yang sebelumnya ayah juga mengirim Ardiaz kesana, “ oh God why ? kenapa harus pesantren ? kenapa harus dengan Ardiaz ? “ gumamku lirih

“ bu kemas barang Ardian sekarang karna mungkin besok kita berangkat pagi, dan kau Ardian istirhatlah yang cukup karna perjalanan akan sangat melelahkan “ ucap ayah seolah tidak memperdulikan wajah kecewa ku. “ bu…” aku mengucapnya dengan memohon, “ dengar sayang, keputusan ayah adalah yang terbaik, ibu yakin kau akan menikmati hari-harimu disana nak..” ujarnya sambil mengecup keningku dan meninggalkan ku di kamar.

Pagi tiba dan aku sangat tidak menikmati sarapan di hari itu, aku fikir ayah dan ibu tidak mengerti aku, semenjak kecil aku tinggal bersama ayah dan ibu dan kenapa harus, mereka meninggalkan ku di pesantren sekarang ? menurutku mereka sudah tak menyayangiku lagi.

Kupandangi 2 buah bola mata yang menatapku tajam di sertai sikapnya yang jutek membuat ku berfikir siapa di dunia ini yang berharap menjadi adiknya , ya siapa lagi jika bukan Ardiaz kaka laki-laki ku yang ku fikir sangat menyebalkan.

“ Ardiaz jaga adikmu ayah tau kau mampu, berfikirlah dewasa dan hilangkan keegoisanmu..! dan Ardian coba berdamailah dengan keadaan  “ 
Ucap ayah dan meninggalkan kami tepat di depan parkiran masjid.

Kulihat ibu pergi dengan meneteskan air mata, sebenarnya ia tak cukup pandai menyembunyikannya dari aku dan Ardiaz, dan terlintas di fikiranku kenapa wanita gampang sekali menangis ?

Ardiaz pergi meninggalkanku tanpa berkata apapun, dia lebih tua dari ku 2 tahun, dan aku telah terbiasa oleh sikap itu dia yang dingin, individualis, tak pernah mau mengalah, egois dan sangat tertutup sungguh aku benci dia dan ya 1 lagi aku benci tatapannya yang tajam.

Ketika dia hilang dari pandanganku aku duduk di pelataran masjid sambil menyesali semua, aku fikir bagaimana aku bisa menikmati hari-hari ku di tempat ini di tambah aku harus tinggal bersama Ardiaz ini adalah mimpi terburuk ku yang tak pernah aku harapkan.
“ Santri baru ya dek…? Seseorang datang menghampiriku, “ ya.. “ jawabku malas dan acuh “ mari saya bantu bawa kopernya ke asrama… “  ujarnya, aku mengikuti langkahnya menuju bangunan berlantai 4 di samping masjid dan terlihat beberapa senior dan santri menatapku asing mugkin karna aku masi menggunakan celana jeans dan kaos yang kututupi dengan jaket kulit pemberian ayah. 

Dia mengantarkan ku ke sebuah ruangan di lantai 3 “ Assalamu’alaikum…. Ini Ardiaz dia saya tempatkan di kamar ini bersama kalian “ ujarnya “ baik ustadz…..” ucap mereka yang berada di dalam.

Tiga bulan berlalu dan ya sesuai dugaan ku bahwa apa yang ibu katakan adalah salah, mana mungkin aku bisa menikmati hari-hari ku disini, bahkan aku rasa aku sangat membenci tempat ini dan keadaan disini.

Seperti biasa aku selalu menghabiskan waktu tidur siangku di sebuah tempat duduk di bawah pohon rindang, aku hanya banyak berfikir kapan aku akan keluar dari sini. Ku lihat dari jauh Ardiaz tampak berjalan menghampiriku yan tentunya dengan wajahnya yang sangat menyebalkan untuk di lihat, “ ibu telfon dia bilang kau sakit, dan menyuruh ku menanyakan keadaanmu sekarang “ menatapku tajam “ apa pedulimu ? aku akan menelfon ibu dan memberitahunya nanti “ jawabku acuh dan pergi meninggalkannya.

Adzan ashar berkumandang aku pergi mengambil air wudhu, dan pergi ke masjid untuk solat ashar, setelah solat aku pergi ke asrama mengambil peralatan mandi ku, dan langsung menuju ke kamar mandi aku sedikit tergesa-gesa karna aku tidak ingin terlalu lama mengantri hanya untuk mandi menurutku itu membuang waktu, sesampai di sana kulihat Revan teman sekamarku, ku fikir hanya dia yang bisa memahami semua kondisi ku di sini, “ mandi lu ? tumben bat dah.. “ ujar revan meledek “ apaan si lu, lu ngantri yg mana ? abis lu gue yak “ jawabku sambil menuju gayung revan yg terletak di depan kamar mandi no 11, selagi menunggu antrian kami banyak berbincang, bercanda, dan mengobrol aku nyaman berbincang dengan Revan di tambah kami berasal dari daerah Jakarta kami mempunyai logat bahasa yg sama.

Tiba-tiba beberapa pengurus pondok datang dan menegur bahasa kami karna kami menggunakan bahasa daerah, “ kalian tadi ngobrol pake bahasa apa? Ini pesantren, ngobrol pake bahasa gue, elo, biar apa ngobrol kaya gitu? Biar terlihat keren? Iya ? “ ujarnya so dewasa “ maaf tadz bahasa tadi bahasa daerah kita, ya kita enak aja kalo ketemu orang betawi dan ngobrol pake bahasa betawi juga “ jawab Revan Menjelaskan “ gausa ngelak sekali lagi saya denger kaian ngobrol pake bahasa tadi, saya bakal kasi kalian hukuman, sekarang minggir saya mau pake kamar mandinya “ ujarnya sambil masuk ke kamar mandi di depan kami dan terlihat 2 temannya yang merupakan pengurus bagian bahasa pun menertawai kami.
“ sorry tadz kita ngantri dari tadi “ jelasku sambil menarik tangannya agar keluar dari wc, “ hey saya senior…! “ teriaknya sambil melepaskan tangannya dari ku “ udah Ardian biarin aja dia ketua pengurus santri, lagian dia keponakan kiayi juga gausa cari ribut “ bisik Revan padaku, “ So What? Kalo dia ketua santri dan keponakan pak kiayi ? bisa seenaknya nyelak wc kita gitu aja ? ga lah …! “ ujar ku . “ bukkkkkkk…. “ ketua santri itu meluncurkan tonjokannya di mata kiriku, setelah itu terjadilah perkelahian antara aku dan dia Revan berlari dan memberitahu Ardiaz tentang ini.

Ardiaz berlari dan memukul ketua santri itu secara bertubi-tubi hingga dia mengeluarkan darah di hidungnya, dan akhirya perkelahian itu di pisahkan oleh ustadz senior kami. “ gausa so jagoan lu disini kalo akhirnya cari ribut..” gumam Ardiaz datar sambil pergi meninggalkanku, “ gue ga minta lo ikut campur…! “ teriakku sedikit kesal.

Aku dan Revan pun pergi menuju UKS untuk mengobati luka di pelipisku, “ lu ngapain cerita sama dia si ? “ Tanya ku pada Revan kesal, “ gue bingung harus ngapain ya jelas gue kasi tau kaka lu aja “ jawabnya. Dan kulihat Ardiaz menghampiriku dengan membawa kotak obat dan plester “ ntar sore ibu telfon, ntar tanya aja sama yang jaga telfonnya “ ujarnya sambil mulai mengobati lukaku “ gausa so peduli deh sama gue, lu bukan ibu “ jawabku ketus. Dia tak bereaksi dan terus mengobati lukaku lalu pergi tanpa mengucapkan apapun.

Tepat pukul 5.30 sore ibu menelfon dan kami mulai mengobrol, aku bercerita banyak dan betapa tersiksanya aku disini, “ bu ngapain nyuruh Ardiaz yg obatin luka aku si ? aku bisa sendiri ! “ ucapku kesal “ Ardiaz ..? ibu ga nyuruh dia buat ngelakuin apapun, kamu luka? Luka kenapa nak ? “ tanya ibu sedikit panic, ku fikir Ardiaz cerita soal ini ternyata ibu tidak mengetahui sedikitpun. “ oh engga bu maksudnya kenapa nyuruh Ardiaz yg kasi tau aku kalo ibu mau telfon ” ujarku mengalihkan, tak terasa adzan magrib tiba terpaksa kami harus mengakhiri percakapan di telfon.

Malam tiba kupandangi foto keluarga saat aku kecil tampak aku di gendong ibu dan Ardiaz di gendong ayah, dan kami mengenakan baju mungil bergambar beruang yang sama. Fikirku terlintas kenapa Ardiaz tadi tiba-tiba menolongku, mengobati lukaku itu adalah hal mustahil yang pernah aku lihat. Di rumah, kami selalu banyak bertengkar untuk hal-hal sepele, dan dia tidak pernah mau peduli dengan apapun yang terjadi padaku, dia memiliki dunianya sendiri, dia selalu menyibukan dirinya dengan kegiatan di kamarnya, kami tidak mengenal baik antara satu sama lain, di tambah semenjak umur 10 tahun hingga tamat SMP dia tinggal bersama nenek, dan saat SMA ayah memasukannya ke Pesantren. Kami tidak pernah punya waktu untuk bersama atau bahkan mengobrol, bahkan jika kami membutuhkan sesuatu satu sama lain ibu yang akan menjadi jembatan kami, aku akan meminta ibu untuk memberitahu atau menanyakan sesuatu kepada Ardiaz begitu juga Ardiaz melakukan hal yang sama, dan kami menikmati dunia kami masing-masing.

Sudah menjadi peraturan, di hari minggu setelah semua santri wajib ikut kegiatan olahraga, santri juga diwajibkan bergotong royong membersihkan semua lingkungan pesantren. Kulihat daftar piketku di wc masjid, sudah kuduga aku sangat membenci jika jadwalku membersihkan wc. Aku pergi ke gudang masjid untuk mengambil peralatan kebersihan. Aku mendengar kebisingan di dalam gudang, aku mencoba mendengar dan mengintip apa yang terjadi dan kulihat Ardiaz disana beserta beberapa orang yang tidak begitu ku kenal “ gausa banyak alesan aku tau kemaren kamu ngebantuin anak baru itu gara-gara pengen dapet simpati dari anak-anak santri kan ? ucap salah seorang di hadapan Ardiaz, “ ga banget gue ngelakuin itu “ balas Ardiaz ketus “ alah… bacot..! “ teriaknya sambil memukul Ardiaz dan beberapa orang lainnya pun ikut memukuli Ardiaz.

Aku kaget dan tersentak setelah melihat ternyata yang berbicara adalah si ketua santri. Aku masuk dan mencoba membantu Ardiaz melawan pukulan mereka tiba-tiba “ buaaak…” ketua santri memukul kepala belakang Ardiaz dengan balok kayu berukuran medium, aku lengah akhirnya aku mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari teman-temannya, penglihatanku sedikit kabur ketika salah seorang memukul mata kiriku berkali-kali, kulihat Ardiaz mencoba melindungiku dan lagi kulihat si ketua santri memukul Ardiaz dengan balok yang sama bedanya adalah pukulan kedua membuat Ardiaz ambruk menimpa tubuhku, kulihat samar mereka pergi meninggalkan kami, dan kulihat Ardiaz mengeluarkan banyak darah segar dari belakang kepalanya, dari hidung dan pelipis nya.

Aku berteriak meminta bantuan karna aku sendiri tidak bisa membuat Ardiaz berdiri, penglihatanku terlalu kabur setelah luka di mata kiriku bertambah, beberapa orangpun membawa ku ke UKS. Aku bangun dari tidurku mungkin sekitar 3 jam setelah perkelahian itu, aku merasakan pusing dan sakit di pelipis kiriku, aku melihat Revan tapi aku tidak melihat Ardiaz, “ Revan.. Ardiaz mana ? tanyaku, “ Ardiaz di bawa ke RS luka di kepalanya harus di jait, di UKS gada peralatannya ” jawab Revan yakin “ ga paham gue ama tu orang maunya apasi, kmaren ngebogem gue sekarang ngeributin Ardiaz “ gumamku kesal, “ mereka nyangka Ardiaz kmaren mukul si ketua santri karna cari perhatian dari santri baru karna Ardiaz kan pengurus keamanan, mereka ga tau kalo lu ama Ardiaz ade kaka “ jawab Revan.

Revan pun mengantarku ke RS dimana Ardiaz dirawat, kulihat ibu dan ayah bersama Ardiaz ibu menghampiriku sambil menangis dan menanyakan keadaanku, kulihat Ardiaz terbaring lemah dan menoleh kearahku “ thanks “ ucapnya “ gausa gue juga yg bikin gara-gara, so ini salah gue “ jawabku 

2 hari Ardiaz di rawat dan hari ini pun Ardiaz kembali ke asrama, ada yang aneh fikirku dia menghampiriku dan menatapku “ lu bener, gue ga bisa jadi kaka yang baik, gue gabisa gantiin posisi ibu yang selalu perhatian sama lu, bahkan gue juga ga bisa jadi ayah yang selalu jagain lu, gue minta maaf karna dari kecil, ga banyak kasih sayang yg gue dapet dari mereka, lo beruntung bisa dapetin itu semua” ucap Ardiaz sambil menepuk pundak ku lalu pergi dan aku baru sadar kalau dia tidak lagi menatapku dengan tajam.

Entah apa yang merasuki fikiranku semalaman aku memikirkan kata-kata yang diucapkan Ardiaz, aku sadar bahwa selama ini kita hanya tersekat oleh rasa gengsi dan ego yang tinggi, aku sadar bahwa Ardiaz juga menyayangiku dengan caranya sendiri yang unik dengan caranya yang selalu menatapku tajam tapi dia tulus, tulus menyayangi ku sebagai adik laki-lakinya. Setelah aku sadar aku menghapuskan semua fikiran negative ku padanya dan begitu juga Ardiaz dia lebih membuka dirinya padaku sekarang, sebenarnya ini hanya masalah waktu dan akhirnya Allah menyadarkan aku dan Ardiaz atas anugrah terindah ini.


Feature Kunjungan Ke Mizan






Pada tanggal 14 Desember 2017 kami melakukan kunjunganke Penerbit Mizan di Jl. Cinambo No 135 Cisaranten Wetan Bandung, kami berangkat melalui transportasi masing-masing ada pula yang menggunakan transportasi umum, karna lokasi mizan sendriri yang tidak  terlalu jauh maka hanya menghabiskan waktu skitar 20 menit dari kampus Universitas Islam Negri Sunan Gunung Djati Bandung.

Sebelum berangkat menuju Mizan kami berkumpul di gedung Rektorat kampus agar bisa berangkat bersama, kami datang sedikit telat saat itu di karenakan begitulah kebiasaan orang-orang Indonesia yang memang susah untuk tepat waktu.

Sesampai disana pihak dari Mizan menjelaskan bahwa Mizan didirikan pada tahun 1983, Mizan pustaka merupakan bagian dari Mizan Republika Group dan merupakan salah satu penerbit terbesar di Indonesia. Pada awalnya mizan hanya mempublikasikan buku terjemahan karya para pemikir terkemuka, tapi seiring berjalannya waktu kini mizan pustaka merupakan penerbit yang berbasis cukup luas dengan memulai menerbitkan buku-buku fiksi, buku kesehatan, buku bisnis, buku anak-anak, referensi, dan buku-buku agama.

Selanjutnya beliau juga menjelaskan bahwa Mizan Pustaka mengukir sejarah yang sangat membanggakan dengan hanya tiga buku perbulan di tahun awal-awal berdirinya, kini Mizan telah memproduksi mencapai total 600 buku per tahunnya.

Untuk kualitas produk jelas Mizan Pustaka berada dalam keunggulan baik dalam pelayanan maupun pelayanan, editorial, design dan lainnya, mizan juga telah banyak mendapatkan penghargaan dari buku-buku yang telah di terbitkannya.

Mizan Pustaka selalu konsisten dalam berinovasi tentu dengan mengikuti zaman dan teknologi, Mizan Pustaka juga merupakan mitra utama Google Book Search pada tahun 2008, tentu kini dan kedepannya Mizan akan terus mengeluarkan karya inovatif lainnya.

Setiap perubahan membutuhkan pengorbanan dan perjuangan. Akan seperti apa perjuangan dan pengorbanan itu sendiri di lakukan. Kunjungan selesai pada pukul kurang lebih setengah satu siang, kami langsung pulang dan menuju kampus karna masih ada banyak tugas yang belum terselesaikan


Mencegah Kasus Kekerasan Pada Anak di Perlukan Kerja Sama Dari Semua Pihak

Maraknya kasus kekerasan terhadap Hilarius Christian Event Raharjo , siswa SMA Budi Mulia Kota Bogor yang berakhir dengan kematian...