Seminar yang dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2017 yang yang bertempat di Aula lantai 4 Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, adalah kegiatan yang diadakan oleh beberapa pembimbing Praktek Tilawah.
Praktek tilawah merupakan kegiatan co-kurikuler yang mengikat dan menjadi salah satu persyaratan dalam mengikuti kegiatan PPM/Job Training dan menempuh ujian komprehensif. Praktik Tilawah diselenggarakan bagi mahasiswa semester III (tiga) Fakulitas Dakwah dan Komunikasi
Praktik tilawah bagi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi merupakan bagian dari proses pembekalan penguasaan pesan dakwah yang diturunkan dari sumbernya, yakni Al-Qur’an dan Hadits dalam standar minimal, dan pemberian kunci-kunci praktis dalam mencari dan mengkatagorikan pesan dakwah sesuai dengan kebutuhan dasar mad’u.
Praktik tilawah meliputi kegiatan pembimbingan baca tulis dan tahfidz Al-Qur’an dan Hadits berikut simulasi dan penugasan yang terkait dengan penguasaan pesan dakwah yang diturunkan dari Al-Qur’an dan Hadits.
Seminar yang bertemakan “ 7 Irama membaca Al-Qur’an “ ini di buka oleh Rohmanur Aziz, S.sos.i, M.Ag selaku penanggung jawab kegiatan seminar, beliau menjelaskan bahwa pemateri yang akan mengisi kegiatan seminar tersebut merupakan murid beliau dulu yang lulus di tahun 2011
Kegiatan ini di lanjutkan oleh pemateri yaitu Ustadz Kristiono, beliau membuka acara dengan mengenalkan bagaimana pentingnya belajar Al-Qur’an yang harus memiliki sanad dan silsilah yang sampai kepada Rasulullah SAW. Karna bacaan Al-Qur’an itu sangat terjaga,dan enaknya bersanad yaitu bacaan yang kita baca bisa di pertanggung jawabkan karna kita mempunyai guru.
Pemateri menjelaskan ada dua teknik membaca Al-Qur’an, Teknik membaca murottal ditandai dengan cara membacanya yang santai, membutuhkan teknik pernafasan yang sewajarnya, tidak terikat pakem tertentu, bahkan bisa juga tanpa irama alias datar – datar saja. Aspek yang diutamakan dalam pembacaan murottal adalah penerapan tajwid yang baik sedangkan iramanya bersifat melengkapi bacaan, itulah kenapa bisa jadi kadar iramanya tidak 100%.
Berbeda dengan murottal, mujawwad adalah teknik membaca Alquran yang dilantunkan dalam perlombaan ataupun acara – acara tertentu. Teknik ini menggunakan irama tertentu dan membutuhkan teknik pernafasan tingkat tinggi. Biasanya mujawwad dilantunkan dengan ritme yang lebih lambat daripada murottal. Irama yang digunakan dalam mujawwad disempurnakan sehingga pendengar dapat menikmati bacaan qari dengan khidmat.
Kegiatan ini juga di lanjutkan oleh ustadz Kristiono dengan membahas tuntas 7 Irama Membaca Al-Qur’an, beliau menjelaskan yang pertama adalah irama Bayyati, Shoba, Hijaz, Nahawand, Rost, Jiharkah,Sikah.
Pemateri menjelaskan bayati terdiri dari bayati qoror, bayati nawa, bayati jawab, bayati jawabul jawab. Sedangkan shaba yang terdiri dari shoba Asli, shoba jawab, shoba ajami salalim su’ud, shoba ajami salalim nuzul. Shoba bastanjar. Lalu ada Hijaz yang terdiri dari hijaz asli, hijas kard, hijaz kard-kurd, hijaz kurd. Lalu ada Nahawand yang terdiri nahawand asli , nahawand usysyaq. Lalu ada sikah yang terdiri diri sikah asli,sikah ramal, sikah misri, sikah turki. Lalu ada Rost yang terdiri dari rost asli, rost alan nawa, rost syabir.
Kegiatan ini di lanjutkan oleh pemateri dengan membahas apa fungsi irama dalam membaca Al-qur’an yang pertama memperindah bacaan Al-Qur’an dan yang kedua adalah memperjelas bacaan, karna jika Al-Qur’an di baca dengan indah , maka para pendengarnya akan nyaman dan makin mencintai Al-Qur’an.
Pemateri membahas jika kita membaca ayat suci Al-Qur’an dengan irama yang indah dan tentu dengan bacaan yang baik maka orang sekeliling akan menikmatinya juga makin mencintai Al-Qur’an sebagai kitab utama, dan pedoman hidup umat islam.
Karna Al-Qur'an difirmankan langsung oleh Allah kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril, berangsur-angsur selama 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari atau rata-rata selama 23 tahun, dimulai sejak tanggal 17 Ramadan, saat Nabi Muhammad berumur 40 tahun hingga kematiannya di tahun 632, Umat Muslim menghormati Al-Qur'an sebagai sebuah mukjizat terbesar Nabi Muhammad, sebagai salah satu tanda dari kenabian, dan merupakan puncak dari seluruh pesan suci (wahyu) yang diturunkan oleh Allah sejak Nabi Adam dan diakhiri dengan Nabi Muhammad.
Ustadz Kristiono menyatakan bahwa dia telah memiliki sebuah reality show dalam bentuk web series (sinetron online) di youtube, yaitu program PLQM (Pembelajaran Langgam Irama Alquran Mingguan), dan pemateri juga mengajak kepada para peserta seminar yang hadir untuk senantiasa mencintai dan membaca Al-Qur’an, karna urgensi Al-Qur’an sangat tinggi bagi umat muslim yaitu sebagai pedoman hidup. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan di akhiri dengan foto bersama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar